Jumat, 11 April 2014

MATERI UJI KOMPETENSI TEORI RPL

1.     Deklarasi pointer
Pointer (variabel penunjuk) adalah suatu variabel yang berisi alamat memori dari suatu variabel lain. Alamat ini merupakan lokasi dari obyek lain (biasanya variabel lain) di dalam memori. Contoh, jika sebuah variabel berisi alamat dari variabel lain, variabel pertama dikatakan menunjuk ke variabel kedua.
 Ini adalah deklarasi pointer yang benar : Int x : Int * xptr; ptr=&x

2.    Definisi web server
Web server merupakan software yang memberikan layanan data yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPSdari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman - halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML
Macam - macam Web Server diantanya:
Apache Web Server - The HTTP Web Server
1.Apache Tomcat
2.Microsoft windows Server 2003 Internet Information Services (IIS)
3.Lighttpd
4.Sun Java System Web Server
5.Xitami Web Server
6.Zeus Web Server
Namun web yang terkenal dan yang sering digunakan adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS).

3.    Definisi web browser
Web Browser adalah suatu program atau software yang digunakan untuk menjelajahi internet atau untuk mencari informasi dari suatu web yang tersimpan didalam komputer. Awalnya, web browser berorientasi pada teks dan belum dapat menampilkan gambar. Namun, web browser sekarang tidak hanya menampilkan gambar dan teks saja, tetapi juga memutar file multimedia seperti video dan suara. Web browser juga dapat mengirim dan menerima email, mengelola HTML, sebagai input dan menjadikan halaman web sebagai hasil output yang informative.
Dengan menggunakan web browser, para pengguna internet dapat mengakses berbagai informasi yang terdapat di internet dengan mudah.
Fungsi Web Browser :
Untuk menampilkan dan melakukan interaksi dengan dukumen-dokumen yang disediakan oleh web server
Contoh Web Browser :
Mozilla firefox, Google Chrome, Enternet Explorer, Opera, Flock, Safari dll.. J
4.      Definisi internet
Secara harfiah, internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf ‘I’ besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
Atau dengan kata lain, definisi internet adalah jaringan besar yang saling berhubungan dari jaringan-jaringan komputer yang menghubungkan orang-orang dan komputer-komputer diseluruh dunia, melalui telepon, satelit dan sistem-sistem komunikasi yang lain. Internet dibentuk oleh jutaan komputer yang terhubung bersama dari seluruh dunia, memberi jalan bagi informasi (mulai dari text, gambar, audio, video, dan lainnya ) untuk dapat dikirim dan dinikmati bersama. Untuk dapat bertukar informasi, digunakan protocol standar yaitu Transmision Control Protocol dan internet Protocol yang lebih dikenal sebagai TCP/IP.
TCP (Transmission Control Protocol) bertugas untuk memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TPC/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute alternatif jika suatu rute tidak dapat di gunakan, mengatur dan mengirimkan paket-paket pengiriman data.

5.    Definisi dan Perbedaan Web Statis dan Web Dinamis
1.  Web Statis
Web statis adalah website yang mana pengguna tidak bisa mengubah konten dari web tersebut secara langsung menggunakan browser. Interaksi yang terjadi antara pengguna dan server hanyalah seputar pemrosesan link saja. Halaman-halaman web tersebut tidak memliki database, data dan informasi yang ada pada web statis tidak berubah-ubah kecuali diubah sintaksnya. Dokumen web yang dikirim kepada client akan sama isinya dengan apa yang ada di web server.

Contoh dari web statis adalah web yang berisi profil perusahaan. Di sana hanya ada beberapa halaman saja dan kontennya hampir tidak pernah berubah karena konten langsung diletakan dalam file 
HTML saja.

2. Web Dinamis
Dalam web dinamis, interaksi yang terjadi antara pengguna dan server sangat kompleks. Seseorang bisa mengubah konten dari halaman tertentu dengan menggunakan browser. Request (permintaan) dari pengguna dapat diproses oleh server yang kemudian ditampilkan dalam isi yang berbeda-beda menurut alur programnya. Halaman-halaman web tersebut memiliki database. Web dinamis, memiliki data dan informasi yang berbeda-beda tergantung input apa yang disampaikan client. Dokumen yang sampai diclient akan berbeda dengan dokumen yang ada di web server.
Contoh dari web dinamis adalah portal berita dan jejaring sosial. Lihat saja web tersebut, isinya sering diperbaharui (di-update) oleh pemilik atau penggunanya. Bahkan untuk jejaring sosial sangat sering di-update setiap harinya.

Perbedaan Web Statis dan Web Dinamis
1.       Interaksi antara pengunjung dan pemilik web
Dalam web statis tidak dimungkinkan terjadinya interaksi antara pengunjung dengan pemilik web. Sementara dalam web dinamis terdapat interaksi antara pengunjung dengan pemilik web seperti memberikan komentar, transaksi online, forum, dll.
2.      Bahasa Script yang digunakan
Web statis hanya menggunakan HTML saja, atau paling tidak bisa ditambah dengan CSS. Sedangkan web dinamis menggunakan bahasa pemrograman web yang lebih kompleks seperti PHP, ASP dan JavaScript.
3.    Penggunaan Database
Web statis tidak menggunakan database karena tidak ada data yang perlu disimpan dan diproses. Sedangkan web dinamis menggunakan database seperti MySQL, Oracle, dll untuk menyimpan dan memroses data.
4.    Konten
Konten dalam web statis hanya diberikan oleh pemilik web dan jarang di-update, sementara konten dalam web dinamis bisa berasal dari pengunjung dan lebih sering di-update. Konten dalam web dinamis bisa diambil dari database sehingga isinya pun bisa berbeda-beda walaupun kita membuka web yang sama.

6.    Normalisasi
Kroenk mendefinisikan normalisasi sebagai proses untuk mengubah suatu relasi yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah relasi atau lebih yang tidak memiliki masalah tersebut. Masalah ini sering disebut sebagai Anomali. Relasi merupakan bentuk awal dari tabel. Ketika relasi sudah dinormalkan, dalam implementasinya, relasi diubah menjadi tabel-tabel dalam basis data.



1 Anomali
Anomali adalah proses basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharapkan (misalnya menyebabkan ketidakkonsistenan data atau membuat sesuatu data menjadi hilang ketika data lain dihapus).
Ada 3 macam anomali, yaitu ( Kadir, A., 1999):
1. Anomali Peremajaan. Apabila terjadi pengubahan pada sejumlah data yang mubazir, tetapi tidak seluruhnya diubah.
2. Anomali Penyisipan. Terjadi jika pada saat penambahan hendak dilakukan ternyata ada elemen data yang masih kosong dan elemen data tersebut justru menjadi kunci.
3. Anomali Penghapusan. Terjadi apabila sesuatu baris yang tidak terpakai dihapus dan sebagai akibatnya terdapat data lain yang hilang.

2 Kebergantungan (Dependency)
Kebergantungan atau Dependensi merupakan konsep yang mendasari normalisasi. Dependensi menjelaskan hubungan antar atribut, atau lebih khusus menjelaskan nilai suatu atribut yang menentukan nilai atribut lainnya. Dependensi ini nantinya akan menjadi acuan bagi pendekomposisian data ke dalam bentuk yang paling efisien
Ada beberapa macam dependensi, yaitu :
1. Dependensi Fungsional
Dependensi fungsional didefinisikan sebagai berikut :
Suatu atribut Y mempunyai dependensi fungsional terhadap atribut X jika dan hanya jika setiap nilai X berhubungan dengan sebuah nilai Y.
2. Dependensi Fungsional Sepenuhnya
Dependensi fungsional sepenuhnya didefinisikan sebagai berikut :
Suatu atribut Y mempunyai dependensi fungsional penuh terhadap atribut X jika :
a. Y mempunyai dependensi fungsional terhadap X
b. Y tidak memiliki dependensi terhadap bagian dari X
3. Dependensi Total
Definisi dependensi total adalah sebagai berikut :
Suatu atribut Y mempunyai dependensi total terhadap atribut X jika :
a. Y memiliki dependensi fungsional terhadap X
b. X mempunyai dependensi fungsional terhadap Y
4. Dependensi Transitif
Dependensi transitif didefinisikan sebagai berikut :
Atribut Z mempunyai dependensi transitif terhadap X bila :
a. Y memiliki dependensi fungsional terhadap X
b. Z memiliki dependensi fungsional terhadap Y

3 Dekomposisi Tak Hilang
Pada proses normalisasi seringkali terjadi pemecahan sebuah relasi menjadi dua relasi atau lebih. Proses pemecahan seperti ini biasa disebut dengan istilah dekomposisi. Secara lebih khusus, macam dekomposisi yang dilakukan adalah dekomposisi tak hilang, yang artinya bahwa tak ada informasi yang hilang ketika relasi dipecah menjadi relasi-relasi lainnya.

4 Bentuk Normal
Bentuk normal adalah suatu aturan yang dikenakan pada relasi-relasi dalam basis data dan harus dipenuhi oleh relasi-relasi tersebut pada level-level normalisasi. Suatu relasi dikatakan berada dalam bentuk normal tertentu jika memenuhi kondisi-kondisi tertentu.

7.    Diagram Alir
Flowchart atau diagram alir merupakan sebuah diagram dengan simbol-simbol grafis yang menyatakan aliran algoritma atau proses yang menampilkan langkah-langkah yang disimbolkan dalam bentuk kotak, beserta urutannya dengan menghubungkan masing masing langkah tersebut menggunakan tanda panah. Diagram ini bisa memberi solusi selangkah demi selangkah untuk penyelesaian masalah yang ada di dalam proses atau algoritma tersebut.
Dibawah ini adalh tabel Simbol-simbol flowchart beserta fungsinya
8.    Tegangan
Untuk menghitung jumlah watt bisa menggunakan AxV

   9.    SQL
Bahasa ini merupakan bahasa standar yang digunakan dalam mengelola basis data atau database. Banyak database modern seperti mysql, sql server, oracle menggunakan bahasa SQL.  Secara umum ada 3 jenis query pada mysql yaitu DDL, DML dan DCL.

Mari kita bahas satu persatu.
1.    Query DDL (Data Definition Language).
DDL adalah kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk membuat (CREATE), mengubah (ALTER, RENAME) dan menghapus (DROP)     struktur dan definisi dari objek-objek database seperti database, tabel, view, index, function, trigger dan field.
    Query Jenis DDL, antara lain :
a.    CREATE
1)   CREATE DATABASE digunakan untuk membuat database baru.
             Contoh :
             a)  Syntax untuk membuat Database
              Create database nama_database;

             b)  Syntax untuk membuat table
Create table namatabel (namakolom1 typedata1,namakolom2 typedata2, namakolom3 typedata3
Type data dapat berupa char(), int, numerik dan sebagainya sesuai dengan nama kolom.
2)      CREATE VIEW merupakan bentuk alternatif penyajian data dari satu tabelatau lebih, beberapa tujuan membuat                  view adalah meningkatkan keamanan data serta penyederhanaan bagi para pengguna agar tidak mengulang query yang sama.
             Contoh :
Create view namaview (kolom1, kolom2, ...) as select statement from namatabel [with check option]
Keterangan :
namaview : nama view yang dibuat
Column : nama atribut untuk view
statement : atribut yang dipilih dari tabel database
namatabel : nama tabel yang ada pada basis data
3)   CREATE FUNCTION digunakan untuk membuat function dalam database
Contoh : 
create function nama_function (kolom1 varchar(15),  kolom2 varchar(15))
4)  CREATE INDEX digunakan untuk membuat index
Contoh :
- create [unique] index namaindex on namatabel (namakolom) 
- CREATE INDEX id_index ON NamaTable(kolomtabel_index)
5)   CREATE PROCEDURE digunakan untuk membuat prosedure dalama database
Contoh :
CREATE PROCEDURE nama_procedure (parameter_procedure())routine_body
6)   CREATE TRIGGER digunakan untuk membuat trigger (perintah sql yang dikerjakan otomatis pada event tertentu)
Contoh : 
-  CREATE [DEFINER = { user | CURRENT_USER }] TRIGGER trigger_name trigger_time trigger_event ON tbl_name FOR EACH ROW trigger_body
-  CREATE TRIGGER NamaTrigger BEFORE UPDATE ON NamaTable 
Keterangan :
trigger_name : nama trigger.
trigger_time : kapan kita mengeksekusi trigger, apakah sebelum atau sesudah perubahan pada row data table. Jadi pilihannya adalah AFTER atau BEFORE.
trigger_event : merupakan event atau peristiwa yang menyebabkan trigger dilakukan. Pilihan event tersebut adalah INSERT, UPDATE, DELETE.

tbl_name : nama table.
trigger_body : statement-statement perintah SQL yang akan dilakukan. Jika perintahnya lebih dari satu maka gunakan dalam blok statement BEGIN ... END.
Jika DEFINER dispesifikasikan maka kita memutuskan trigger tersebut dijalankan 
hanya oleh user tertentu (dalam format penulisan user@host). 
Jika tidak dispesifikasikan, maka user yang melakukan perubahan 
(CURRENT_USER) adalah pilihan default. Sesuai namanya, OLD digunakan untuk referensi sebelum perubahan dan NEW untuk referensi sesudah perubahan.


b.  ALTER, RENAME 
1)  ALTER DATABASE digunakan untuk mengubah pengaturan database
Contoh :
ALTER DATABASE nama_database CHARACTER SET = 'binary';
2)  ALTER FUNCTION digunakan untuk mengubah function
Contoh :
CREATE FUNCTION nama_function(str CHAR(20))
3)  ALTER PROCEDURE digunakan untuk mengubah procedure
Contoh :
ALTER PROCEDURE Sproc SQL SECURITY DEFINER;
4)  ALTER TABLE digunakan untuk mengubah susunan dan pengaturan table
Contoh :
-  Alter table namatabel Modify (namakolom typekolom) Untuk mengganti type
kolom dan nama kolom.
-  Alter table namatabel add (namakolom type kolom[[before, namakolom]])
menambah kolom.
-  Alter table namatabel drop (namakolom typekolom) untuk menghapus kolom pada sebuah tabel.
5)  ALTER VIEW digunakan untuk mengubah pengaturan laporan
Contoh :
-  ALTER VIEW Nama_View(kolom1, kolom2, kolom3) AS SELECT  kolom1, kolom2, kolom3 FROM Nama_Table  where kondisi 
-  View  Nama_View
6)  RENAME TABLE digunakan untuk mengubah nama table
Contoh :
ALTER TABLE nama_table_lama RENAME nama_table_lama 

c.  DROP 
1)  DROP DATABASE digunakan untuk menghapus database
Contoh :
DROP database NamaDatabase
2)  DROP FUNCTION digunakan untuk menghapus function
Contoh :
DROP FUNCTION NamaDatabase.NamaFunction
3)  DROP INDEX digunakan untuk menghapus index
Contoh :
DROP INDEX indexname ON tablename
4)  DROP PROCEDURE digunakan untuk procedure
Contoh :
DROP procedure NamaDatabase.NamaProcedure
5)  DROP TABLE digunakan untuk menghapus table
Contoh :
DROP table NamaTable
6)  DROP TRIGGER digunakan untuk menghapus trigger
Contoh :
DROP TRIGGER NamaTrigger

7)  DROP VIEW digunakan untuk menghapus format laporan
Contoh :
DROP view NamaView

2.  Query DML (Data Manipulation Language)
    DML adalah kependekan dari Data Manipulation Language. DML adalah kumpulan perintah SQL yang berhubungan dengan proses mengolah dan memanipulasi data dalam table. DML tidak terkait dengan perubahan struktur dan definisi tipe data dari objek database.

Query Jenis DML

a.  SELECT digunakan untuk menampilkan nilai atau record yang di pilih
Contoh :
-  Select namakolom from namatabel
* = digunakan untuk pilihan semua kolom
-  Select * from namatabel

b. INSERT digunakan untuk menambah nilai pada suatu table
Contoh :
insert into namatabel values (‘value1’, ‘value2’,’ ...’)
keterangan : value adalah nilai yang ingin dimasukkan ke dalam kolom

c. UPDATE digunakan untuk mengubah data yang sudah ada
Contoh :
Update namatabel SET namakolom = recordbaru where kondisi
keterangan recordbaru di ubah sesuai dengan nama nilai baru yang akan di ubah

d. DELETE digunakan untuk menghapus data
Contoh :
DELETE namakolom from namatabel where kondisi

        Variasi penggunaan jenis query DML lebih banyak karena berhubungan dengan data dalam satu atau banyak tabel         database. Setiap kasus manipulasi data akan menciptakan susunan baru dengan perintah dasar yang sama.

3.   Query DCL (Data Control Language)
     Data Control Language (DCL) merupakan sub bahasa SQL yang digunakan untuk melakukan pengontrolan data dan server databasenya.
a.    GRANT
Perintah ini digunakan untuk memberikan hak / izin akses oleh administrator (pemilik utama) server kepada user      (pengguna biasa). Hak akses tersebut berupa hak membuat (CREATE), mengambil (SELECT), menghapus (DELETE), mengubah      (UPDATE) dan hak khusus berkenaan dengan sistem databasenya.
 Contoh :
            -  Grant privilages on namatabel to namapengguna
            -  GRANT SELECT, INSERT, DELETE ON database TO username@'localhost' IDENTIFIED BY 'password'
         artinya memberikan izin akses kepada namapengguna

b.  REVOKE
yaitu untuk mencabut izin akses kepada pengguna yang telah di beri izin akses
Contoh :

REVOKE privileges ON namatabel from namapengguna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar