1. Deklarasi pointer
Pointer
(variabel penunjuk) adalah suatu variabel yang berisi alamat memori dari suatu
variabel lain. Alamat ini merupakan lokasi dari obyek lain (biasanya variabel
lain) di dalam memori. Contoh, jika sebuah variabel berisi alamat dari variabel
lain, variabel pertama dikatakan menunjuk ke variabel kedua.
Ini adalah deklarasi pointer yang benar : Int
x : Int * xptr; ptr=&x
2. Definisi web server
Web
server merupakan software yang memberikan layanan data yang berfungsi menerima
permintaan HTTP atau HTTPSdari klien yang
dikenal dengan browser web dan mengirimkan
kembali hasilnya dalam bentuk halaman - halaman web yang umumnya berbentuk
dokumen HTML
Macam - macam Web Server diantanya:
Apache Web
Server - The HTTP Web Server
1.Apache Tomcat
2.Microsoft windows Server 2003 Internet Information Services (IIS)
3.Lighttpd
4.Sun Java System Web Server
5.Xitami Web Server
6.Zeus Web Server
Namun
web yang terkenal dan yang sering digunakan adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS).
3.
Definisi
web browser
Web Browser adalah suatu program atau software yang
digunakan untuk menjelajahi internet atau untuk mencari informasi dari suatu
web yang tersimpan didalam komputer. Awalnya, web browser berorientasi pada
teks dan belum dapat menampilkan gambar. Namun, web browser sekarang tidak
hanya menampilkan gambar dan teks saja, tetapi juga memutar file multimedia
seperti video dan suara. Web browser juga dapat mengirim dan menerima email,
mengelola HTML, sebagai input dan menjadikan halaman web sebagai hasil output
yang informative.
Dengan menggunakan web browser, para pengguna internet dapat
mengakses berbagai informasi yang terdapat di internet dengan mudah.
Fungsi Web Browser :
Untuk menampilkan dan melakukan interaksi dengan dukumen-dokumen
yang disediakan oleh web server
Contoh Web Browser :
Mozilla firefox, Google Chrome, Enternet Explorer, Opera,
Flock, Safari dll.. J
4.
Definisi
internet
Secara
harfiah, internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah rangkaian
komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf
‘I’ besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan
menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching
communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet.
Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
Atau dengan kata lain, definisi internet adalah jaringan besar yang saling
berhubungan dari jaringan-jaringan komputer yang menghubungkan orang-orang dan
komputer-komputer diseluruh dunia, melalui telepon, satelit dan sistem-sistem
komunikasi yang lain. Internet dibentuk oleh jutaan komputer yang terhubung
bersama dari seluruh dunia, memberi jalan bagi informasi (mulai dari text,
gambar, audio, video, dan lainnya ) untuk dapat dikirim dan dinikmati bersama.
Untuk dapat bertukar informasi, digunakan protocol standar yaitu Transmision
Control Protocol dan internet Protocol yang lebih dikenal sebagai TCP/IP.
TCP (Transmission Control Protocol) bertugas untuk
memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet
Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TPC/IP
secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute
alternatif jika suatu rute tidak dapat di gunakan, mengatur dan mengirimkan
paket-paket pengiriman data.
5. Definisi
dan Perbedaan Web Statis dan Web Dinamis
1. Web Statis
Web statis adalah website yang mana pengguna tidak bisa mengubah konten
dari web tersebut secara langsung menggunakan browser. Interaksi yang terjadi
antara pengguna dan server hanyalah seputar pemrosesan link saja.
Halaman-halaman web tersebut tidak memliki database, data dan informasi yang
ada pada web statis tidak berubah-ubah kecuali diubah sintaksnya. Dokumen web
yang dikirim kepada client akan sama isinya
dengan apa yang ada di web server.
Contoh dari web statis adalah web yang berisi
profil perusahaan. Di sana hanya ada beberapa halaman saja dan kontennya hampir
tidak pernah berubah karena konten langsung diletakan dalam file HTML saja.
2. Web Dinamis
Dalam web dinamis, interaksi yang terjadi antara pengguna dan server
sangat kompleks. Seseorang bisa mengubah konten dari halaman tertentu dengan
menggunakan browser. Request (permintaan)
dari pengguna dapat diproses oleh server yang kemudian ditampilkan dalam isi
yang berbeda-beda menurut alur programnya. Halaman-halaman web tersebut
memiliki database. Web dinamis, memiliki data dan informasi yang berbeda-beda
tergantung input apa yang disampaikan client. Dokumen yang sampai
diclient akan berbeda dengan
dokumen yang ada di web server.
Contoh dari web dinamis adalah portal berita dan jejaring sosial. Lihat
saja web tersebut, isinya sering diperbaharui (di-update) oleh pemilik atau
penggunanya. Bahkan untuk jejaring sosial sangat sering di-update setiap
harinya.
Perbedaan Web Statis dan Web Dinamis
1.
Interaksi
antara pengunjung dan pemilik web
Dalam web statis
tidak dimungkinkan terjadinya interaksi antara pengunjung dengan pemilik web.
Sementara dalam web dinamis terdapat interaksi antara pengunjung dengan pemilik
web seperti memberikan komentar, transaksi online, forum, dll.
2.
Bahasa
Script yang digunakan
Web statis
hanya menggunakan HTML saja, atau paling tidak bisa ditambah dengan CSS.
Sedangkan web dinamis menggunakan bahasa pemrograman web yang lebih kompleks
seperti PHP, ASP dan JavaScript.
3.
Penggunaan
Database
Web statis
tidak menggunakan database karena tidak ada data yang perlu disimpan dan
diproses. Sedangkan web dinamis menggunakan database seperti MySQL, Oracle, dll
untuk menyimpan dan memroses data.
4.
Konten
Konten dalam web statis hanya diberikan oleh pemilik web dan jarang di-update,
sementara konten dalam web dinamis bisa berasal dari pengunjung dan lebih
sering di-update. Konten dalam web dinamis bisa diambil dari database sehingga
isinya pun bisa berbeda-beda walaupun kita membuka web yang sama.
6. Normalisasi
Kroenk mendefinisikan
normalisasi sebagai proses untuk mengubah suatu relasi yang memiliki masalah
tertentu ke dalam dua buah relasi atau lebih yang tidak memiliki masalah
tersebut. Masalah ini sering disebut sebagai Anomali. Relasi merupakan bentuk
awal dari tabel. Ketika relasi sudah dinormalkan, dalam implementasinya, relasi
diubah menjadi tabel-tabel dalam basis data.
1 Anomali
Anomali adalah
proses basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharapkan (misalnya
menyebabkan ketidakkonsistenan data atau membuat sesuatu data menjadi hilang
ketika data lain dihapus).
Ada 3 macam anomali,
yaitu ( Kadir, A., 1999):
1. Anomali
Peremajaan. Apabila terjadi pengubahan pada sejumlah data yang mubazir, tetapi
tidak seluruhnya diubah.
2. Anomali
Penyisipan. Terjadi jika pada saat penambahan hendak dilakukan ternyata ada
elemen data yang masih kosong dan elemen data tersebut justru menjadi kunci.
3. Anomali
Penghapusan. Terjadi apabila sesuatu baris yang tidak terpakai dihapus dan
sebagai akibatnya terdapat data lain yang hilang.
2 Kebergantungan
(Dependency)
Kebergantungan atau
Dependensi merupakan konsep yang mendasari normalisasi. Dependensi menjelaskan
hubungan antar atribut, atau lebih khusus menjelaskan nilai suatu atribut yang
menentukan nilai atribut lainnya. Dependensi ini nantinya akan menjadi acuan
bagi pendekomposisian data ke dalam bentuk yang paling efisien
Ada beberapa macam
dependensi, yaitu :
1. Dependensi
Fungsional
Dependensi
fungsional didefinisikan sebagai berikut :
Suatu atribut Y
mempunyai dependensi fungsional terhadap atribut X jika dan hanya jika setiap
nilai X berhubungan dengan sebuah nilai Y.
2. Dependensi
Fungsional Sepenuhnya
Dependensi
fungsional sepenuhnya didefinisikan sebagai berikut :
Suatu atribut Y
mempunyai dependensi fungsional penuh terhadap atribut X jika :
a. Y mempunyai
dependensi fungsional terhadap X
b. Y tidak
memiliki dependensi terhadap bagian dari X
3. Dependensi
Total
Definisi dependensi
total adalah sebagai berikut :
Suatu atribut Y
mempunyai dependensi total terhadap atribut X jika :
a. Y memiliki
dependensi fungsional terhadap X
b. X mempunyai
dependensi fungsional terhadap Y
4. Dependensi
Transitif
Dependensi
transitif didefinisikan sebagai berikut :
Atribut Z mempunyai
dependensi transitif terhadap X bila :
a. Y memiliki
dependensi fungsional terhadap X
b. Z memiliki
dependensi fungsional terhadap Y
3 Dekomposisi
Tak Hilang
Pada proses
normalisasi seringkali terjadi pemecahan sebuah relasi menjadi dua relasi atau
lebih. Proses pemecahan seperti ini biasa disebut dengan istilah dekomposisi.
Secara lebih khusus, macam dekomposisi yang dilakukan adalah dekomposisi tak
hilang, yang artinya bahwa tak ada informasi yang hilang ketika relasi dipecah
menjadi relasi-relasi lainnya.
4 Bentuk
Normal
Bentuk normal
adalah suatu aturan yang dikenakan pada relasi-relasi dalam basis data dan
harus dipenuhi oleh relasi-relasi tersebut pada level-level normalisasi. Suatu
relasi dikatakan berada dalam bentuk normal tertentu jika memenuhi
kondisi-kondisi tertentu.
7. Diagram Alir
Flowchart
atau diagram alir merupakan sebuah diagram dengan
simbol-simbol grafis yang menyatakan aliran algoritma atau proses yang
menampilkan langkah-langkah yang disimbolkan dalam bentuk kotak, beserta
urutannya dengan menghubungkan masing masing langkah tersebut menggunakan tanda
panah. Diagram ini bisa memberi solusi selangkah demi selangkah untuk
penyelesaian masalah yang ada di dalam proses atau algoritma tersebut.
Dibawah ini adalh
tabel Simbol-simbol flowchart beserta fungsinya
8. Tegangan
Untuk menghitung jumlah watt bisa menggunakan AxV
9. SQL
Bahasa ini merupakan
bahasa standar yang digunakan dalam mengelola basis data atau database. Banyak
database modern seperti mysql, sql server, oracle menggunakan bahasa SQL.
Secara umum ada 3 jenis query pada mysql yaitu DDL, DML dan DCL.
Mari
kita bahas satu persatu.
1.
Query DDL (Data Definition Language).
DDL adalah kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk membuat (CREATE),
mengubah (ALTER, RENAME) dan menghapus (DROP) struktur
dan definisi dari objek-objek database seperti database, tabel, view, index,
function, trigger dan field.
Query Jenis DDL, antara lain :
a. CREATE
1) CREATE DATABASE digunakan untuk membuat database baru.
Contoh :
a) Syntax untuk membuat Database
Create database nama_database;
b) Syntax untuk membuat table
Create table namatabel (namakolom1 typedata1,namakolom2 typedata2,
namakolom3 typedata3
Type data dapat berupa char(), int, numerik dan sebagainya sesuai dengan
nama kolom.
2) CREATE VIEW
merupakan bentuk alternatif penyajian data dari satu tabelatau lebih, beberapa
tujuan
membuat
view adalah meningkatkan keamanan data serta penyederhanaan bagi para pengguna
agar tidak mengulang query yang sama.
Contoh :
Create view namaview (kolom1, kolom2, ...) as select statement from
namatabel [with check option]
Keterangan :
namaview : nama view yang dibuat
Column : nama atribut untuk view
statement : atribut yang dipilih dari tabel database
namatabel : nama tabel yang ada pada basis data
3) CREATE FUNCTION digunakan untuk membuat function dalam
database
Contoh :
create function nama_function (kolom1 varchar(15), kolom2
varchar(15))
4) CREATE INDEX digunakan untuk membuat index
Contoh :
- create [unique] index namaindex on namatabel (namakolom)
- CREATE INDEX id_index ON NamaTable(kolomtabel_index)
5) CREATE PROCEDURE digunakan untuk membuat prosedure dalama
database
Contoh
:
CREATE PROCEDURE nama_procedure (parameter_procedure())routine_body
6) CREATE TRIGGER digunakan untuk membuat trigger (perintah
sql yang dikerjakan otomatis pada event tertentu)
Contoh :
- CREATE [DEFINER = { user | CURRENT_USER }] TRIGGER trigger_name
trigger_time trigger_event ON tbl_name FOR EACH ROW trigger_body
-
CREATE TRIGGER NamaTrigger BEFORE UPDATE ON NamaTable
Keterangan
:
trigger_name : nama trigger.
trigger_time : kapan kita mengeksekusi trigger, apakah sebelum atau sesudah
perubahan pada row data table. Jadi pilihannya adalah AFTER atau BEFORE.
trigger_event
: merupakan event atau peristiwa yang menyebabkan
trigger dilakukan. Pilihan event tersebut adalah
INSERT, UPDATE, DELETE.
tbl_name
: nama table.
trigger_body : statement-statement perintah SQL yang akan dilakukan.
Jika perintahnya lebih dari satu maka gunakan dalam
blok statement BEGIN ... END.
Jika
DEFINER dispesifikasikan maka kita memutuskan trigger tersebut dijalankan
hanya
oleh user tertentu (dalam format penulisan user@host).
Jika
tidak dispesifikasikan, maka user yang melakukan perubahan
(CURRENT_USER)
adalah pilihan default. Sesuai namanya, OLD digunakan untuk referensi
sebelum perubahan dan NEW untuk referensi sesudah perubahan.
b.
ALTER, RENAME
1) ALTER DATABASE digunakan untuk mengubah pengaturan database
Contoh
:
ALTER DATABASE nama_database CHARACTER SET = 'binary';
2) ALTER FUNCTION digunakan untuk mengubah function
Contoh :
CREATE FUNCTION nama_function(str CHAR(20))
3) ALTER PROCEDURE digunakan untuk mengubah procedure
Contoh :
ALTER PROCEDURE Sproc SQL SECURITY DEFINER;
4) ALTER TABLE digunakan untuk mengubah susunan dan pengaturan
table
Contoh :
- Alter table namatabel Modify (namakolom typekolom) Untuk
mengganti type
kolom dan nama kolom.
- Alter table namatabel add (namakolom type kolom[[before,
namakolom]])
menambah kolom.
- Alter table namatabel drop (namakolom typekolom) untuk menghapus
kolom pada sebuah tabel.
5) ALTER VIEW digunakan untuk mengubah pengaturan laporan
Contoh :
- ALTER VIEW Nama_View(kolom1, kolom2, kolom3) AS SELECT
kolom1, kolom2, kolom3 FROM Nama_Table
where kondisi
- View Nama_View
6) RENAME TABLE digunakan untuk mengubah nama table
Contoh :
ALTER TABLE nama_table_lama RENAME nama_table_lama
c.
DROP
1) DROP DATABASE digunakan untuk menghapus database
Contoh :
DROP database NamaDatabase
2) DROP FUNCTION digunakan untuk menghapus function
Contoh :
DROP FUNCTION NamaDatabase.NamaFunction
3) DROP INDEX digunakan untuk menghapus index
Contoh :
DROP INDEX indexname ON tablename
4) DROP PROCEDURE digunakan untuk procedure
Contoh :
DROP procedure NamaDatabase.NamaProcedure
5) DROP TABLE digunakan untuk menghapus table
Contoh :
DROP table NamaTable
6) DROP TRIGGER digunakan untuk menghapus trigger
Contoh :
DROP TRIGGER NamaTrigger
7)
DROP VIEW digunakan untuk menghapus format laporan
Contoh :
DROP view NamaView
2.
Query DML (Data Manipulation Language)
DML adalah kependekan dari Data Manipulation
Language. DML adalah kumpulan perintah SQL yang berhubungan dengan proses
mengolah dan memanipulasi data dalam table. DML tidak terkait dengan perubahan
struktur dan definisi tipe data dari objek database.
Query
Jenis DML
a. SELECT digunakan untuk menampilkan nilai atau record yang di
pilih
Contoh :
- Select namakolom from namatabel
* = digunakan untuk pilihan semua kolom
- Select * from namatabel
b. INSERT
digunakan untuk menambah nilai pada suatu table
Contoh
:
insert into namatabel values (‘value1’, ‘value2’,’ ...’)
keterangan : value adalah nilai yang ingin dimasukkan ke dalam kolom
c. UPDATE
digunakan untuk mengubah data yang sudah ada
Contoh :
Update namatabel SET namakolom = recordbaru where kondisi
keterangan recordbaru di ubah sesuai dengan nama nilai baru yang akan di
ubah
d. DELETE
digunakan untuk menghapus data
Contoh :
DELETE namakolom from namatabel where kondisi
Variasi penggunaan jenis query DML lebih banyak karena berhubungan dengan data
dalam satu atau banyak tabel
database. Setiap kasus manipulasi data akan menciptakan susunan baru dengan
perintah dasar yang sama.
3.
Query DCL (Data Control Language)
Data Control Language (DCL) merupakan sub bahasa
SQL yang digunakan untuk melakukan pengontrolan data dan server databasenya.
a. GRANT
Perintah ini digunakan untuk memberikan hak / izin akses oleh
administrator (pemilik utama) server kepada user
(pengguna biasa). Hak akses tersebut berupa hak membuat (CREATE), mengambil
(SELECT), menghapus (DELETE), mengubah (UPDATE)
dan hak khusus berkenaan dengan sistem databasenya.
Contoh :
- Grant privilages on namatabel to namapengguna
- GRANT SELECT, INSERT, DELETE ON database TO username@'localhost'
IDENTIFIED BY 'password'
artinya memberikan izin
akses kepada namapengguna
b.
REVOKE
yaitu untuk mencabut izin akses kepada pengguna yang telah di beri izin
akses
Contoh :
REVOKE privileges ON namatabel from namapengguna