Senin, 14 April 2014

Konversi Bilangan biner, oktal, desimal heksadesimal

Bilangan byner bilangan 2 yaitu 0 dan 1
Bilngan octal adalah bilangan berbasis 8 yaitu 0 sd 7
Bilangan desimal adalah bilangan berbasis 10 yaitu 0 sd 9
Bilangan hexadesimal adalah bilangan berbasis 16 yaitu 0 sd 9 A sd F dimana A=10 B=11 sd f=15

Konversi Bilangan Heksadesimal ke Desimal dan Sebaliknya

A.      Pengenalan Bilangan Heksadesimal
Bilangan heksadesimal atau bilangan basis 16 adalah sebuah sistem bilangan yang menggunakan 16  buah simbol. Simbol yang digunakan dari sistem ini adalah angka 0 sampai 9, kemudian dilanjut dengan menggunakan huruf A sampai F.
Selengkapnya simbol yang digunakan dalam sistem bilangan Heksadesimal adalah ( 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F) Dimana A = 10, B = 11, C= 12, D = 13 , E = 14 dan F = 15. Sistem bilangan ini digunakan untuk menampilkan nilai alamat memori dalam pemrograman komputer
B.       Konversi Bilangan Heksadesimal ke Desimal
Konversi bilangan adalah suatu proses dimana satu system bilangan dengan basis tertentu akan dijadikan bilangan dengan basis yang lain. Cara untuk mengkonversi bilangan heksadesimal kedalam bentuk bilangan desimal terdapat dua cara yaitu dengan mengunakan perhitungan manual yaitu dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan position valuenya.
Langkah-langkah :
§   Digit-digit dipisahkan. Dan jika terdapat huruf A-F menggantinya dengan bilangan desimal padananya
§   Mengalikan dari tiap digit terhadap nilai tempatnya.
Cara yang kedua yaitu dngan menggunakan microsoft excel yang dapat dilakukan dengan mudah dan lebih cepat.
Contoh Soal dan Penyelesaiannya
Berikut ini adalah contoh perhitungan secara manual dimana  bilangan hexadesimal akan dikonversi menjadi bilangan desimal
Contoh 1 : bilangan heksadesimal 3116
Untuk mengkonversi 31 menjadi bilangan desimal maka dapat digunakan perhitungan berikut :

3 x 161 = 3 x 16 = 48
1 x 160 = 1 x 1 = 1
 total  48 + 1 = 49
.:: Dengan demikian, bilangan 3116 heksadesimal sama dengan bilangan desimal 4910
Contoh 2 : bilangan hexsadecimal 15F16 
Untuk mengkonversi 15F16 menjadi bilangan desimal maka dapat digunakan perhitungan berikut : ( terdiri dari 3 digit, maka perpangkatan dimulai dari 2-0)
1 x 162 = 1 x 256 = 256
5 x 161 = 5 x 16 = 80
F x 160 = 15 x 1 = 15

256 +80 +15 =351
.:: Jadi bilangan desimal dari bilangan heksadesimal  15F16 adalah 35110
Contoh 3 : bilangan heksadesimal 10E16. (terdiri dari 3 digit, maka perpangkatan dimulai dari 2-0)
1 x 162 = 1 x 256 = 256
0 x 161 = 0 x 16 = 0
E x 160 = 14 x 1 = 14      
      256 + 0 + 14 = 270
 Jadi bilangan desimal dari bilangan heksadesimal  10E16 adalah 27010
Contoh 4: bilangan heksadesimal  C6E516 (terdiri dari 4 digit, maka perpangkatan dimulai dari 3-0)
C x 163 = 12 x 4096 = 49152
6 x 162 = 6 x 256 = 1536
E x 161 = 14 x 16 =  224
5 x 160 = 5 x 1 = 5

49152 + 1536 +  224 + 5 = 50917
Berikut ini adalah contoh perhitungan dengan menggunakan Microsoft Excel dimana  bilangan hexadesimal akan dikonversi menjadi bilangan desimal. Dengan menggunakan microsoft excel proses konversi bilangan heksadesimal bilangan desimal , biner dan oktal dapat dilakukan dengan mudah dan lebih cepat.
Contoh, konversi bilangan heksa 15F16 ke bilangan desimal
1.      Buka Ms.Excel, lalu ketikkan bilangan heksadesimal pada cell, misal pada cell A1



2.      Untuk melakukan perhitungan atau konversi bilangan hexadesimal ke desimal ketikkan rumus pada cell B1 dan  gunakan rumus berikut: =HEX2DEC(A1)  lalu Enter.


C.       Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Heksadesimal
Untuk mengkonversi sistem dari bilangan desimal ke heksadesimal yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan 16 kemudian diambil sisa pembagiannya
Contoh Soal dan Penyelesaiannya
Contoh 1 : Bilangan desimal 24310.
 243 : 16 = 15  sisa 3.
15    : 16 = 0    sisa 15.         15 = F
0 :  16 = 0 sisa 0….(end)
.::  Jadi bilangan Heksadesimal dari bilangan desimal 24310  adalah F316
Contoh 2 : Bilangan desimal 27010
      270 : 16 = 16  sisa 14.     14 = E
16    : 16 = 1    sisa 0.      
1      :  16 = 0 sisa 1
.::  Jadi bilangan Heksadesimal dari bilangan desimal 27010  adalah 10E16
Contoh 3 : Bilangan desimal 1117210
11172 : 16       = 698  sisa 4.   
698    : 16    = 43    sisa 10.      10 = A    
43      :  16   = 2      sisa 11       11 = B
2        : 16   = 0       sisa 2
.::  Jadi bilangan Heksadesimal dari bilangan desimal 1117210  adalah 2BA416
Mengkonversi bilangan desimal ke Heksadesimal dengan menggunakan perhitungan Microsoft Excel caranya sama saja dengan mengkonversi heksadesimal ke desimal, cukup hanya membalik rumus excelnya yaitu =DEC2HEX(A1) misal bilangan desimal terletak pada cell A1.


MATERI 2

Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal dan Heksadesimal


Pada momen yang berbahagia ini, saya ingin coba menjabarkan tahap2 sederhana proses konversi bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal.
Bilangan desimal adalah bilangan yang menggunakan 10 angka mulai 0 sampai 9 berturut2. Setelah angka 9, maka angka berikutnya adalah 10, 11, 12 dan seterusnya. Bilangan desimal disebut juga bilangan berbasis 10. Contoh penulisan bilangan desimal : 1710. Ingat, desimal berbasis 10, maka angka 10-lah yang menjadi subscript pada penulisan bilangan desimal.
Bilangan biner adalah bilangan yang hanya menggunakan 2 angka, yaitu 0 dan 1. Bilangan biner juga disebut bilangan berbasis 2. Setiap bilangan pada bilangan biner disebut bit, dimana 1 byte = 8 bit.  Contoh penulisan : 1101112.
Bilangan oktal adalah bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0 sampai 7. Contoh penulisan : 178.
Bilangan heksadesimal, atau bilangan heksa, atau bilangan basis 16, menggunakan 16  buah simbol, mulai dari 0 sampai 9, kemudian dilanjut dari A sampai F. Jadi, angka A sampai F merupakan simbol untuk 10 sampai 15. Contoh penulisan : C516.
Hmm.. Sepertinya prolognya sudah cukup. Lanjut ke proses kalkulasi… 8)

—————————————————————————————————————————————-
Saya langsung saja ambil sebuah contoh bilangan desimal yang akan dikonversi ke biner. Setelah itu, akan saya lakukan konversi masing2 bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal.
Misalkan bilangan desimal yang ingin saya konversi adalah 2510.
Maka langkah yang dilakukan adalah membagi tahap demi tahap angka 2510 tersebut dengan 2, seperti berikut :
25 : 2 = 12,5
Jawaban di atas memang benar, tapi bukan tahapan yang kita inginkan. Tahapan yang tepat untuk melakukan proses konversi ini sebagai berikut :
25 : 2 = 12 sisa 1.    —–> Sampai disini masih mengerti kan? :)
Langkah selanjutnya adalah membagi angka 12 tersebut dengan 2 lagi. Hasilnya sebagai berikut :
12 : 2 = 6 sisa 0.      —–> Ingat, selalu tulis sisanya.
Proses tersebut dilanjutkan sampai angka yang hendak dibagi adalah 0, sebagai berikut :
25 : 2 = 12 sisa 1.
12 : 2 = 6 sisa 0.
6 : 2 = 3 sisa 0.
3 : 2 = 1 sisa 1.
1 : 2 = 0 sisa 1.
0 : 2 = 0 sisa 0…. (end)
Nah, setelah didapat perhitungan tadi, pertanyaan berikutnya adalah, hasil konversinya yang mana? Ya, hasil konversinya adalah urutan seluruh sisa-sisa perhitungan telah diperoleh, dimulai dari bawah ke atas.
Maka hasilnya adalah 0110012. Angka 0 di awal tidak perlu ditulis, sehingga hasilnya menjadi 110012. Sip? ;)
—————————————————————————————————————————————-
Lanjut…..sekarang saya akan menjelaskan konversi bilangan desimal ke oktal.
Proses konversinya mirip dengan proses konversi desimal ke biner, hanya saja kali ini pembaginya adalah 8. Misalkan angka yang ingin saya konversi adalah 3310. Maka :
33 : 8 = 4 sisa 1.
4 : 8 = 0 sisa 4.
0 : 8 = 0 sisa 0….(end)
Hasilnya? Coba tebak…418!!! :D
—————————————————————————————————————————————-
Sekarang tiba waktunya untuk mengajarkan proses konversi desimal ke heksadesimal:D
Seperti biasa, langsung saja ke contoh. Hehe…
Misalkan bilangan desimal yang ingin saya ubah adalah 24310. Untuk menghitung proses konversinya, caranya sama saja dengan proses konversi desimal ke biner, hanya saja kali ini angka pembaginya adalah 16. Maka :
243 : 16 = 15 sisa 3.
15 : 16 = 0 sisa F.      —-> ingat, 15 diganti jadi F..
0 :  16 = 0 sisa 0….(end)
Nah, maka hasil konversinya adalah F316. Mudah, bukan? 8)
—————————————————————————————————————————————-
Fiuh..Lanjut lagi… :D
Sekarang kita beralih ke konversi bilangan biner ke desimal. Proses konversi bilangan biner ke bilangan desimal adalah proses perkalian setiap bit pada bilangan biner dengan perpangkatan 2, dimana perpangkatan 2 tersebut berurut dari kanan ke kiri bit bernilai 2o sampai 2n.
Langsung saja saya ambil contoh bilangan yang merupakan hasil perhitungan di atas, yaitu 110012. Misalkan bilangan tersebut saya ubah posisinya mulai dari kanan ke kiri menjadi seperti ini.
1
0
0
1
1
Nah, saatnya mengalikan setiap bit dengan perpangkatan 2. Ingat, perpangkatan 2 tersebut berurut mulai dari 2o sampai 2n, untuk setiap bit mulai dari kanan ke kiri. Maka :
1     ——>    1 x 2o = 1
0     ——>    0 x 21 = 0
0     ——>    0 x 22 = 0
1     ——>    1 x 23 = 8
1     ——>    1 x 24 = 16 —> perhatikan nilai perpangkatan 2 nya semakin ke bawah semakin besar
Maka hasilnya adalah 1 + 0 + 0 + 8 + 16 = 2510.
Nah, bandingkan hasil ini dengan angka desimal yang saya ubah ke biner di awal tadi. Sama bukan? ;)
—————————————————————————————————————————————-
Sudah ini, sudah itu, sekarang….nah, konversi bilangan biner ke oktal. hehe…siap?
Untuk merubah bilangan biner ke bilangan oktal, perlu diperhatikan bahwa setiap bilangan oktal mewakili 3 bit dari bilangan biner. Maka jika kita memiliki bilangan biner 1101112 yang ingin dikonversi ke bilangan oktal, langkah pertama yang kita lakukan adalah memilah-milah bilangan biner tersebut, setiap bagian 3 bit, mulai dari kanan ke kiri, sehingga menjadi seperti berikut :
110                 dan               111
Sengaja saya buat agak berjarak, supaya lebih mudah dimengerti. Nah, setelah dilakukan proses pemilah2an seperti ini, dilakukan proses konversi ke desimal terlebih dahulu secara terpisah. 110 dikonversi menjadi 6, dan 111 dikonversi menjadi 7. Hasilnya kemudian digabungkan, menjadi 678, yang merupakan bilangan oktal dari 1101112… 8)
“Tapi, itu kan kebetulan bilangan binernya pas 6 bit. Jadi dipilah2 3 pun masih pas. Gimana kalau bilangan binernya, contohnya, 5 bit?” Hehe…Gampang..Contohnya 110012. 5 bit kan? Sebenarnya pemilah2an itu dimulai dari kanan ke kiri. Jadi hasilnya 11 dan 001. Ini kan sebenarnya sudah bisa masing2 diubah ke dalam bentuk desimal. Tapi kalau mau menambah kenyamanan di mata, tambahin aja 1 angka 0 di depannya. Jadi 0110012. Tidak akan merubah hasil perhitungan kok. Tinggal dipilah2 seperti tadi. Okeh?
—————————————————————————————————————————————-
Selanjutnya adalah konversi bilangan biner ke heksadesimal.
Hmm…sebagai contoh, misalnya saya ingin ubah 111000102 ke bentuk heksadesimal. Proses konversinya juga tidak begitu rumit, hanya tinggal memilahkan bit2 tersebut menjadi kelompok2 4 bit. Pemilahan dimulai dari kanan ke kiri, sehingga hasilnya sbb :
1110            dan           0010
Nah, coba lihat bit2 tersebut. Konversilah bit2 tersebut ke desimal terlebih dahulu satu persatu, sehingga didapat :
1110 = 14    dan           0010 = 2
Nah, ingat kalau 14 itu dilambangkan apa di heksadesimal? Ya, 14 dilambangkan dengan E16.
Dengan demikian, hasil konversinya adalah E216.
Seperti tadi juga, gimana kalau bilangan binernya tidak berjumlah 8  bit? Contohnya 1101012? Yaa…Seperti tadi juga, tambahin aja 0 di depannya. Tidak akan memberi pengaruh apa2 kok ke hasilnya. Jadi setelah ditambah menjadi 001101012. Selanjutnya, sudah gampang kan? ;)
—————————————————————————————————————————————-
Selanjutnya, konversi bilangan oktal ke desimal. Hal ini tidak terlalu sulit. Tinggal kalikan saja setiap bilangan dengan perpangkatan 8. Contoh, bilangan oktal yang akan dikonversi adalah 718. Maka susunannya saya buat menjadi demikian :
1
7
dan proses perkaliannya sbb :
1 x 8o = 1
7 x 81 = 56
Maka hasilnya adalah penjumlahan 1 + 56 = 5710.
—————————————————————————————————————————————-
Habis konversi oktal ke desimal, maka saat ini giliran oktal ke biner. Hehe..
Langsung ke contoh. Misalkan saya ingin mengubah bilangan oktal 578 ke biner. Maka langkah yang saya lakukan adalah melakukan proses konversi setiap bilangan tersebut masing2 ke 3 bit bilangan biner. Nah, angka 5 jika dikonversi ke biner menjadi….? 1012. Sip. Nah, 7, jika dikonversi ke biner menjadi…? 1112. Mantap. Maka hasilnya adalah 1011112. Jamin benar deh…. :)
—————————————————————————————————————————————-
Hmm…berarti…sekarang giliran konversi oktal ke heksadesimal.
Untuk konversi oktal ke heksadesimal, kita akan membutuhkan perantara, yaitu bilangan biner. Maksudnya? Maksudnya adalah kita konversi dulu oktal ke biner, lalu konversikan nilai biner tersebut ke nilai heksadesimalnya. Nah, baik yang konversi oktal ke biner maupun biner ke heksadesimal kan udah dijelaskan. Coba buktikan, bahwa bilangan oktal 728 jika dikonversi ke heksadesimal menjadi 3A16. Bisa kan? Bisa dong… ;)
—————————————————————————————————————————————-
Selanjutnya adalah konversi bilangan heksadesimal ke desimal.
Untuk proses konversi ini, caranya sama saja dengan proses konversi biner ke desimal, hanya saja kali ini perpangkatan yang digunakan adalah perpangkatan 16, bukan perpangkatan 2. Sebagai contoh, saya akan melakukan konversi bilangan heksa C816 ke bilangan desimal. Maka saya ubah dulu susunan bilangan heksa tersebut, mulai dari kanan ke kiri, sehingga menjadi sebagai berikut :
8
C
dan kemudian dilakukan proses perkalian dengan perpangkatan 16, sebagai berikut :
8 x 16o = 8
C x 161 = 192     ——> ingat, C16 merupakan lambang dari 1210
Maka diperolehlah hasil konversinya bernilai 8 + 192 = 20010.
—————————————————————————————————————————————-
Tutorial berikutnya, konversi dari heksadesimal ke biner.
Dalam proses konversi heksadesimal ke biner, setiap simbol dalam heksadesimal mewakili 4 bit dari biner. Misalnya saya ingin melakukan proses konversi bilangan heksa B716 ke bilangan biner. Maka setiap simbol di bilangan heksa tersebut saya konversi terpisah ke biner. Ingat, B16 merupakan simbol untuk angka desimal 1110. Nah, desimal 1110 jika dikonversi ke biner menjadi 10112, sedangkan desimal 710 jika dikonversi ke biner menjadi 01112. Maka bilangan binernya adalah 101101112, atau kalau dibuat ilustrasinya seperti berikut ini :
B                         7       —-> bentuk heksa
11                       7       —-> bentuk desimal
1011                0111  —-> bentuk biner
Hasilnya disatukan, sehingga menjadi 101101112. Understood? ;)
—————————————————————————————————————————————-
Yang terakhir adalah konversi heksadesimal ke oktal.
Nah, sama seperti konversi oktal ke heksadesimal, kita membutuhkan bantuan bilangan biner. Lakukan terlebih dahulu konversi heksadesimal ke biner, lalu konversikan nilai biner tersebut ke oktal. Sebagai latihan, buktikan bahwa nilai heksadesimal E716 jika dikonversi ke oktal menjadi 3478. Hehe…Kamu bisa!!!
—————————————————————————————————————————————-




Jumat, 11 April 2014

MATERI UJI KOMPETENSI TEORI RPL

1.     Deklarasi pointer
Pointer (variabel penunjuk) adalah suatu variabel yang berisi alamat memori dari suatu variabel lain. Alamat ini merupakan lokasi dari obyek lain (biasanya variabel lain) di dalam memori. Contoh, jika sebuah variabel berisi alamat dari variabel lain, variabel pertama dikatakan menunjuk ke variabel kedua.
 Ini adalah deklarasi pointer yang benar : Int x : Int * xptr; ptr=&x

2.    Definisi web server
Web server merupakan software yang memberikan layanan data yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPSdari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman - halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML
Macam - macam Web Server diantanya:
Apache Web Server - The HTTP Web Server
1.Apache Tomcat
2.Microsoft windows Server 2003 Internet Information Services (IIS)
3.Lighttpd
4.Sun Java System Web Server
5.Xitami Web Server
6.Zeus Web Server
Namun web yang terkenal dan yang sering digunakan adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS).

3.    Definisi web browser
Web Browser adalah suatu program atau software yang digunakan untuk menjelajahi internet atau untuk mencari informasi dari suatu web yang tersimpan didalam komputer. Awalnya, web browser berorientasi pada teks dan belum dapat menampilkan gambar. Namun, web browser sekarang tidak hanya menampilkan gambar dan teks saja, tetapi juga memutar file multimedia seperti video dan suara. Web browser juga dapat mengirim dan menerima email, mengelola HTML, sebagai input dan menjadikan halaman web sebagai hasil output yang informative.
Dengan menggunakan web browser, para pengguna internet dapat mengakses berbagai informasi yang terdapat di internet dengan mudah.
Fungsi Web Browser :
Untuk menampilkan dan melakukan interaksi dengan dukumen-dokumen yang disediakan oleh web server
Contoh Web Browser :
Mozilla firefox, Google Chrome, Enternet Explorer, Opera, Flock, Safari dll.. J
4.      Definisi internet
Secara harfiah, internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf ‘I’ besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
Atau dengan kata lain, definisi internet adalah jaringan besar yang saling berhubungan dari jaringan-jaringan komputer yang menghubungkan orang-orang dan komputer-komputer diseluruh dunia, melalui telepon, satelit dan sistem-sistem komunikasi yang lain. Internet dibentuk oleh jutaan komputer yang terhubung bersama dari seluruh dunia, memberi jalan bagi informasi (mulai dari text, gambar, audio, video, dan lainnya ) untuk dapat dikirim dan dinikmati bersama. Untuk dapat bertukar informasi, digunakan protocol standar yaitu Transmision Control Protocol dan internet Protocol yang lebih dikenal sebagai TCP/IP.
TCP (Transmission Control Protocol) bertugas untuk memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TPC/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute alternatif jika suatu rute tidak dapat di gunakan, mengatur dan mengirimkan paket-paket pengiriman data.

5.    Definisi dan Perbedaan Web Statis dan Web Dinamis
1.  Web Statis
Web statis adalah website yang mana pengguna tidak bisa mengubah konten dari web tersebut secara langsung menggunakan browser. Interaksi yang terjadi antara pengguna dan server hanyalah seputar pemrosesan link saja. Halaman-halaman web tersebut tidak memliki database, data dan informasi yang ada pada web statis tidak berubah-ubah kecuali diubah sintaksnya. Dokumen web yang dikirim kepada client akan sama isinya dengan apa yang ada di web server.

Contoh dari web statis adalah web yang berisi profil perusahaan. Di sana hanya ada beberapa halaman saja dan kontennya hampir tidak pernah berubah karena konten langsung diletakan dalam file 
HTML saja.

2. Web Dinamis
Dalam web dinamis, interaksi yang terjadi antara pengguna dan server sangat kompleks. Seseorang bisa mengubah konten dari halaman tertentu dengan menggunakan browser. Request (permintaan) dari pengguna dapat diproses oleh server yang kemudian ditampilkan dalam isi yang berbeda-beda menurut alur programnya. Halaman-halaman web tersebut memiliki database. Web dinamis, memiliki data dan informasi yang berbeda-beda tergantung input apa yang disampaikan client. Dokumen yang sampai diclient akan berbeda dengan dokumen yang ada di web server.
Contoh dari web dinamis adalah portal berita dan jejaring sosial. Lihat saja web tersebut, isinya sering diperbaharui (di-update) oleh pemilik atau penggunanya. Bahkan untuk jejaring sosial sangat sering di-update setiap harinya.

Perbedaan Web Statis dan Web Dinamis
1.       Interaksi antara pengunjung dan pemilik web
Dalam web statis tidak dimungkinkan terjadinya interaksi antara pengunjung dengan pemilik web. Sementara dalam web dinamis terdapat interaksi antara pengunjung dengan pemilik web seperti memberikan komentar, transaksi online, forum, dll.
2.      Bahasa Script yang digunakan
Web statis hanya menggunakan HTML saja, atau paling tidak bisa ditambah dengan CSS. Sedangkan web dinamis menggunakan bahasa pemrograman web yang lebih kompleks seperti PHP, ASP dan JavaScript.
3.    Penggunaan Database
Web statis tidak menggunakan database karena tidak ada data yang perlu disimpan dan diproses. Sedangkan web dinamis menggunakan database seperti MySQL, Oracle, dll untuk menyimpan dan memroses data.
4.    Konten
Konten dalam web statis hanya diberikan oleh pemilik web dan jarang di-update, sementara konten dalam web dinamis bisa berasal dari pengunjung dan lebih sering di-update. Konten dalam web dinamis bisa diambil dari database sehingga isinya pun bisa berbeda-beda walaupun kita membuka web yang sama.

6.    Normalisasi
Kroenk mendefinisikan normalisasi sebagai proses untuk mengubah suatu relasi yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah relasi atau lebih yang tidak memiliki masalah tersebut. Masalah ini sering disebut sebagai Anomali. Relasi merupakan bentuk awal dari tabel. Ketika relasi sudah dinormalkan, dalam implementasinya, relasi diubah menjadi tabel-tabel dalam basis data.



1 Anomali
Anomali adalah proses basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharapkan (misalnya menyebabkan ketidakkonsistenan data atau membuat sesuatu data menjadi hilang ketika data lain dihapus).
Ada 3 macam anomali, yaitu ( Kadir, A., 1999):
1. Anomali Peremajaan. Apabila terjadi pengubahan pada sejumlah data yang mubazir, tetapi tidak seluruhnya diubah.
2. Anomali Penyisipan. Terjadi jika pada saat penambahan hendak dilakukan ternyata ada elemen data yang masih kosong dan elemen data tersebut justru menjadi kunci.
3. Anomali Penghapusan. Terjadi apabila sesuatu baris yang tidak terpakai dihapus dan sebagai akibatnya terdapat data lain yang hilang.

2 Kebergantungan (Dependency)
Kebergantungan atau Dependensi merupakan konsep yang mendasari normalisasi. Dependensi menjelaskan hubungan antar atribut, atau lebih khusus menjelaskan nilai suatu atribut yang menentukan nilai atribut lainnya. Dependensi ini nantinya akan menjadi acuan bagi pendekomposisian data ke dalam bentuk yang paling efisien
Ada beberapa macam dependensi, yaitu :
1. Dependensi Fungsional
Dependensi fungsional didefinisikan sebagai berikut :
Suatu atribut Y mempunyai dependensi fungsional terhadap atribut X jika dan hanya jika setiap nilai X berhubungan dengan sebuah nilai Y.
2. Dependensi Fungsional Sepenuhnya
Dependensi fungsional sepenuhnya didefinisikan sebagai berikut :
Suatu atribut Y mempunyai dependensi fungsional penuh terhadap atribut X jika :
a. Y mempunyai dependensi fungsional terhadap X
b. Y tidak memiliki dependensi terhadap bagian dari X
3. Dependensi Total
Definisi dependensi total adalah sebagai berikut :
Suatu atribut Y mempunyai dependensi total terhadap atribut X jika :
a. Y memiliki dependensi fungsional terhadap X
b. X mempunyai dependensi fungsional terhadap Y
4. Dependensi Transitif
Dependensi transitif didefinisikan sebagai berikut :
Atribut Z mempunyai dependensi transitif terhadap X bila :
a. Y memiliki dependensi fungsional terhadap X
b. Z memiliki dependensi fungsional terhadap Y

3 Dekomposisi Tak Hilang
Pada proses normalisasi seringkali terjadi pemecahan sebuah relasi menjadi dua relasi atau lebih. Proses pemecahan seperti ini biasa disebut dengan istilah dekomposisi. Secara lebih khusus, macam dekomposisi yang dilakukan adalah dekomposisi tak hilang, yang artinya bahwa tak ada informasi yang hilang ketika relasi dipecah menjadi relasi-relasi lainnya.

4 Bentuk Normal
Bentuk normal adalah suatu aturan yang dikenakan pada relasi-relasi dalam basis data dan harus dipenuhi oleh relasi-relasi tersebut pada level-level normalisasi. Suatu relasi dikatakan berada dalam bentuk normal tertentu jika memenuhi kondisi-kondisi tertentu.

7.    Diagram Alir
Flowchart atau diagram alir merupakan sebuah diagram dengan simbol-simbol grafis yang menyatakan aliran algoritma atau proses yang menampilkan langkah-langkah yang disimbolkan dalam bentuk kotak, beserta urutannya dengan menghubungkan masing masing langkah tersebut menggunakan tanda panah. Diagram ini bisa memberi solusi selangkah demi selangkah untuk penyelesaian masalah yang ada di dalam proses atau algoritma tersebut.
Dibawah ini adalh tabel Simbol-simbol flowchart beserta fungsinya
8.    Tegangan
Untuk menghitung jumlah watt bisa menggunakan AxV

   9.    SQL
Bahasa ini merupakan bahasa standar yang digunakan dalam mengelola basis data atau database. Banyak database modern seperti mysql, sql server, oracle menggunakan bahasa SQL.  Secara umum ada 3 jenis query pada mysql yaitu DDL, DML dan DCL.

Mari kita bahas satu persatu.
1.    Query DDL (Data Definition Language).
DDL adalah kumpulan perintah SQL yang digunakan untuk membuat (CREATE), mengubah (ALTER, RENAME) dan menghapus (DROP)     struktur dan definisi dari objek-objek database seperti database, tabel, view, index, function, trigger dan field.
    Query Jenis DDL, antara lain :
a.    CREATE
1)   CREATE DATABASE digunakan untuk membuat database baru.
             Contoh :
             a)  Syntax untuk membuat Database
              Create database nama_database;

             b)  Syntax untuk membuat table
Create table namatabel (namakolom1 typedata1,namakolom2 typedata2, namakolom3 typedata3
Type data dapat berupa char(), int, numerik dan sebagainya sesuai dengan nama kolom.
2)      CREATE VIEW merupakan bentuk alternatif penyajian data dari satu tabelatau lebih, beberapa tujuan membuat                  view adalah meningkatkan keamanan data serta penyederhanaan bagi para pengguna agar tidak mengulang query yang sama.
             Contoh :
Create view namaview (kolom1, kolom2, ...) as select statement from namatabel [with check option]
Keterangan :
namaview : nama view yang dibuat
Column : nama atribut untuk view
statement : atribut yang dipilih dari tabel database
namatabel : nama tabel yang ada pada basis data
3)   CREATE FUNCTION digunakan untuk membuat function dalam database
Contoh : 
create function nama_function (kolom1 varchar(15),  kolom2 varchar(15))
4)  CREATE INDEX digunakan untuk membuat index
Contoh :
- create [unique] index namaindex on namatabel (namakolom) 
- CREATE INDEX id_index ON NamaTable(kolomtabel_index)
5)   CREATE PROCEDURE digunakan untuk membuat prosedure dalama database
Contoh :
CREATE PROCEDURE nama_procedure (parameter_procedure())routine_body
6)   CREATE TRIGGER digunakan untuk membuat trigger (perintah sql yang dikerjakan otomatis pada event tertentu)
Contoh : 
-  CREATE [DEFINER = { user | CURRENT_USER }] TRIGGER trigger_name trigger_time trigger_event ON tbl_name FOR EACH ROW trigger_body
-  CREATE TRIGGER NamaTrigger BEFORE UPDATE ON NamaTable 
Keterangan :
trigger_name : nama trigger.
trigger_time : kapan kita mengeksekusi trigger, apakah sebelum atau sesudah perubahan pada row data table. Jadi pilihannya adalah AFTER atau BEFORE.
trigger_event : merupakan event atau peristiwa yang menyebabkan trigger dilakukan. Pilihan event tersebut adalah INSERT, UPDATE, DELETE.

tbl_name : nama table.
trigger_body : statement-statement perintah SQL yang akan dilakukan. Jika perintahnya lebih dari satu maka gunakan dalam blok statement BEGIN ... END.
Jika DEFINER dispesifikasikan maka kita memutuskan trigger tersebut dijalankan 
hanya oleh user tertentu (dalam format penulisan user@host). 
Jika tidak dispesifikasikan, maka user yang melakukan perubahan 
(CURRENT_USER) adalah pilihan default. Sesuai namanya, OLD digunakan untuk referensi sebelum perubahan dan NEW untuk referensi sesudah perubahan.


b.  ALTER, RENAME 
1)  ALTER DATABASE digunakan untuk mengubah pengaturan database
Contoh :
ALTER DATABASE nama_database CHARACTER SET = 'binary';
2)  ALTER FUNCTION digunakan untuk mengubah function
Contoh :
CREATE FUNCTION nama_function(str CHAR(20))
3)  ALTER PROCEDURE digunakan untuk mengubah procedure
Contoh :
ALTER PROCEDURE Sproc SQL SECURITY DEFINER;
4)  ALTER TABLE digunakan untuk mengubah susunan dan pengaturan table
Contoh :
-  Alter table namatabel Modify (namakolom typekolom) Untuk mengganti type
kolom dan nama kolom.
-  Alter table namatabel add (namakolom type kolom[[before, namakolom]])
menambah kolom.
-  Alter table namatabel drop (namakolom typekolom) untuk menghapus kolom pada sebuah tabel.
5)  ALTER VIEW digunakan untuk mengubah pengaturan laporan
Contoh :
-  ALTER VIEW Nama_View(kolom1, kolom2, kolom3) AS SELECT  kolom1, kolom2, kolom3 FROM Nama_Table  where kondisi 
-  View  Nama_View
6)  RENAME TABLE digunakan untuk mengubah nama table
Contoh :
ALTER TABLE nama_table_lama RENAME nama_table_lama 

c.  DROP 
1)  DROP DATABASE digunakan untuk menghapus database
Contoh :
DROP database NamaDatabase
2)  DROP FUNCTION digunakan untuk menghapus function
Contoh :
DROP FUNCTION NamaDatabase.NamaFunction
3)  DROP INDEX digunakan untuk menghapus index
Contoh :
DROP INDEX indexname ON tablename
4)  DROP PROCEDURE digunakan untuk procedure
Contoh :
DROP procedure NamaDatabase.NamaProcedure
5)  DROP TABLE digunakan untuk menghapus table
Contoh :
DROP table NamaTable
6)  DROP TRIGGER digunakan untuk menghapus trigger
Contoh :
DROP TRIGGER NamaTrigger

7)  DROP VIEW digunakan untuk menghapus format laporan
Contoh :
DROP view NamaView

2.  Query DML (Data Manipulation Language)
    DML adalah kependekan dari Data Manipulation Language. DML adalah kumpulan perintah SQL yang berhubungan dengan proses mengolah dan memanipulasi data dalam table. DML tidak terkait dengan perubahan struktur dan definisi tipe data dari objek database.

Query Jenis DML

a.  SELECT digunakan untuk menampilkan nilai atau record yang di pilih
Contoh :
-  Select namakolom from namatabel
* = digunakan untuk pilihan semua kolom
-  Select * from namatabel

b. INSERT digunakan untuk menambah nilai pada suatu table
Contoh :
insert into namatabel values (‘value1’, ‘value2’,’ ...’)
keterangan : value adalah nilai yang ingin dimasukkan ke dalam kolom

c. UPDATE digunakan untuk mengubah data yang sudah ada
Contoh :
Update namatabel SET namakolom = recordbaru where kondisi
keterangan recordbaru di ubah sesuai dengan nama nilai baru yang akan di ubah

d. DELETE digunakan untuk menghapus data
Contoh :
DELETE namakolom from namatabel where kondisi

        Variasi penggunaan jenis query DML lebih banyak karena berhubungan dengan data dalam satu atau banyak tabel         database. Setiap kasus manipulasi data akan menciptakan susunan baru dengan perintah dasar yang sama.

3.   Query DCL (Data Control Language)
     Data Control Language (DCL) merupakan sub bahasa SQL yang digunakan untuk melakukan pengontrolan data dan server databasenya.
a.    GRANT
Perintah ini digunakan untuk memberikan hak / izin akses oleh administrator (pemilik utama) server kepada user      (pengguna biasa). Hak akses tersebut berupa hak membuat (CREATE), mengambil (SELECT), menghapus (DELETE), mengubah      (UPDATE) dan hak khusus berkenaan dengan sistem databasenya.
 Contoh :
            -  Grant privilages on namatabel to namapengguna
            -  GRANT SELECT, INSERT, DELETE ON database TO username@'localhost' IDENTIFIED BY 'password'
         artinya memberikan izin akses kepada namapengguna

b.  REVOKE
yaitu untuk mencabut izin akses kepada pengguna yang telah di beri izin akses
Contoh :

REVOKE privileges ON namatabel from namapengguna