Globalisasi atau disebut juga sebagai
megatrend adalah keterkaitan dan ketergantuangan antar bangsa dan antar manusia di
seluruh dunia melalui perdagangan, inbvestasi, perjalanan, budaya popular dan
bentuk- bentuk interaksi lain sehingga antar satu Negara dengan Negara lainnya
seperti tidak ada batas. Dengan demikian secara otomatis gaya hidup,
kebudayaan, dan hasil kebudayaan dari suatu bangsa akan dapat masuk ke negara
lain dengan cepat tanpa adanya kendali.
Salah satu dampak globalisasi adalah cepatnya perkembangan teknologi di
negeri berkembang/ negara miskin yang berasal dari kebudayaan negara maju sebagai
produsen teknologi tersebut. Cepatnya perkembangan teknologi tersebut membuat
trend/ gaya hidup masyarakat turut berubah seiring perkembangan yang
terus-menerus terjadi, jenis bahasa, permainan, pola pikir, pola hidup,
karakteristik bangsa bahkan moral bangsa bisa ikut berubah kearah yang sulit
dikendalikan.
Disadari atau tidak, anak balita, SD, SMP mereka sebagai orang yang
belum mengerti akan dampak negative dari teknologi yang mereka gunakan
sehari-hari seperti Tablet, HP, Play station, game online dan masih banyak lagi
ya mungkin pembaca lebih tahu lah hehehehehe J …… J . para orang tua terkadang terlalu memanjakan anak mereka yang boleh
dikatakan kurang cukup umur untuk menggunakan hal-hal tersebut dan
menganggapnya sebagai suatu bentuk kemoderenan anak mereka yang mereka sendiri
pikir adalah suatu kebanggaan tersendiri…. Namun perlu diketahui bahwa
penggunaan sarana-sarana tersebut diatas bagi anak-anak mampu membentuk pribadi
yang individualis namun tidak bisa hidup mandiri ( manja )… aneh yaa individualis
tapi manja… hehehe… selain itu, dampak lain yang ditimbulkan adalah hilangnya
kreatifitas masa kecil mereka, padahal kreatifitas masa kecil berperan penting
bagi pembentukan kreatifitas posotif anak loooooowh…
Jika hal tersebut terus menjadi tontonan dan pembiaran kita semua, bukan
tidak mungkin generasi yang akan datang hanya akan menjadi konsumen, konsumen
dan konsumen, karena kepribadiannya yang tidak mandiri dan tidak kreatif
menghasilkan pribadi yang malas dan cenderung pasif terhadap kreatifitas. Akhir
dari itu semua tetaplah Indonesia akan tetap menjadi “PASAR BUKAN SEBAGAI
PRODUSEN” bagi penjualan produk dari Negara-negara di dunia…. Lantas jika sudah
seperti itu mau dibawa kemana bangsa ini???????
Pada pembahasan kali ini, saya akan memberi sedikit uraian tentang
peranan guru dalam membentuk kepribadian generasi muda dalam menghadapi era
globalisasi agar tetap berjalan sesuai dengan tuntunan UUD 1945 dan GBHN
sehingga tidak terjerumus kedalam hal negatif yang akan menyengsarakan kehidupan
kita semua di masa yang akan datang.
Tugas Guru
Menurut Bapak Daoed
Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu
tugas profesional, tugas manusiawi, dan tugas kemasyarakatan (sivic mission).
Jika dikaitkan pembahasan tentang kebudayaan, maka tugas pertama berkaitan
dengan logika dan estetika, tugas kedua dan ketiga
berkaitan dengan etika.
Tugas-tugas profesional dari seorang guru yaitu meneruskan atau transmisi ilmu pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai lain yang sejenis yang belum diketahui anak dan seharusnya diketahui oleh anak, JADI GURU ITU TIDAK BOLEH PELIT YA SAUDARA-SAUDARA… hehehehehe J ……
Tugas manusiawi adalah tugas-tugas membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaik-baiknya. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri, identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri. Dalam hal ini guru dituntut untuk dapat membentuk kepribadian siswa yang bermoral dengan cara membuat mereka tahu akan potensi dan pengenalan terhadap dirinya sendiri.
Usaha membantu kearah ini seharusnya diberikan dalam rangka pengertian bahwa manusia hidup dalam satu unit organik dalam keseluruhan integralitasnya seperti yang telah digambarkan di atas. Hal ini berarti bahwa tugas pertama dan kedua harus dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu. Guru seharusnya dengan melalui pendidikan mampu membantu anak didik untuk mengembangkan daya berpikir atau penalaran sedemikian rupa sehingga mampu untuk turut serta secara kreatif dalam proses transformasi kebudayaan ke arah KEADABAN demi perbaikan hidupnya sendiri dan kehidupan seluruh masyarakat di mana dia hidup.
Tugas kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai warga negara yang baik, turut mengemban dan melaksanakan apa-apa yang telah digariskan oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945 dan GBHN. NAAAH INI DIHE, BERARTI GURU ITU HARUS MENDIDIK MURID AGAR MEREKA TERUS BERADA DALAM KOLIDOR ATURAN NEGARA INDONESIA YAITU UUD 1945 DAN GBHN. Jika ada hal budaya baru yang datang dari manapun tidak sesuai dengan aturann Negara kita, maka kita berkewajiban dan berhak untuk menolaknya… disinlah peran guru sebagai sosialisator UUD 1945 dan GBHN bagi murid-muridnya agar mereka tahu mana yang boleh diikuti dan yang tidak boleh diikuti oleh kita sebagai warga Negara Indonesia yang baik, beradab dan berdaulat dimata dunia
Ketiga tugas guru itu harus dilaksanakan secara bersama-sama dalam kesatuan organis harmonis dan dinamis. Seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas saja tetapi seorang guru harus mampu menjadi katalisator, motivator dan dinamisator pembangunan tempat di mana ia bertempat tinggal.
Ketiga tugas ini jika dipandang dari segi anak didik maka guru harus memberikan nilai-nilai yang berisi pengetahuan masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang, pilihan nilai hidup dan praktek-praktek komunikasi. Pengetahuan yang kita berikan kepada anak didik harus mampu membuat anak didik itu pada akhimya mampu memilih nilai-nilai hidup yang semakin komplek.
Dari
uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa guru sebagai pendidik berkewajiban
memberikan seluruh ilmu yang dimiliki kepada siswanya tanpa terkecuali yaitu
dengan teori rinci yang diajarkan, serta bentuk contoh yang baik/ teladan bagi
siswa, yang dilakukan oleh guru itu sendiri agar murid dapat mengetahui bukti
dari teori yang diajarkan dalam bentuk contoh kehidupan sehari-hari…. Hehehe pembaca
sekalian, yang namanya guru itu yaaaa orang yang digugu dan ditiru kan? Maka dari
itu bagi seorang guru harus memberikan contoh yang baik dulu terhadap muridnya,
barulah selanjutnya tugas murid untuk mengikuti/ meniru bentuk contoh perbuatan
dari gurunya…. J
Guru
sebagai orang tua… ciiieeeeee orang tua, padahal yang nulisnya juga belum
tua-tua amat wkwkwkwkwk…… harus tahu betul potensi dan karakteristik anak didik
agar dapat mengarahkan anak kearah positifnya dengan cara memaksimalkan potensi
sesungguhnya dari apa yang dimiliki siswa-siswanya sehingga siswa banyak
disibukan dengan kreatifitas yang positif dan sudah barang tentu menghasilkan
sebuah karya, sehingga tidak tergantung terhadap produksi/ kreatifitas orang
lain/ bangsa lain karena siswa sendiri sudah dibekali ilmu dan kreatifitas dari
hasil pengenalan potensi yang diberikan para guru…… MANTAP….. INDONESIA JADILAH
BANGSA YANG KREATIF, INOVATIF MANDIRI DAN JAYA SEPANJANG MASA DEMI TERCIPTANYA
MASYARAKAT YANG ADIL, MAKMUR DAN SEJAHTERA……. J
Kesimpulan
yang ketiga yaitu guru dituntut dapat mengemban sekaligus menularkan ilmu berikut
system hukum Negara yaitu UUD 1945 dan Garis-Garis Besar Haluan Negara, hal ini
dimaksudkan agar siswa mengetahui apa saja hal-hal yang sesuai dengan
kepribadian Bangsa dan Negara kita Indonesia tercinta, sehingga siswa sudah
dibekali dengan pelindung pribadi agar mampu menyaring-kebudayaan-kebuadayan,
produk-produk asing yang layak diterima dan tidak layak untuk diterima masuk ke
dalam kepribadian masyarakat Indonesia tercinta… J J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar